Mendadak Cemas, Waspada Gangguan Ketidakseimbangan Hormon
Senin, 16 September 2013
KETIDAKSEIMBANGAN hormon wajib dihindari para kaum hawa. Pasalnya, kondisi tersebut bisa mengganggu mencapai target harian seseorang.
Hormon
memainkan peran penting dalam kehidupan setiap wanita. Karenanya,
ketika terjadi ketidakseimbangan hormone menjasi pekerjaan rumah yang
harus segera dicari solusinya. Hal ini penting mengingat tubuh wanita
selalu memproduksi hormon estrogen dan progesteron setiap bulannya.
Secara
umum, ketidakseimbangan hormon terjadi pada wanita paruh baya,
meskipun wanita muda tersebut juga dipengaruhi oleh gaya hidup,
nutrisi, polusi, emosi dan usia. Namun, ketidakseimbangan hormon
sedianya bisa diatasi dengan obat-obatan atau perubahan gaya hidup.
Sebelum
mengatasinya lebih lanjut, Anda pun patut mengetahui apa saja gejala
yang melatari gangguan ini. Untuk mengetahuinya apa saja efek negatif
itu. Berikut ada ulasan menariknya seperti dilansir
Magforwomen.
1. Cemas atau depresiSalah
satu tanda yang paling signifikan Anda mengalami ketidakseimbangan
hormon adalah tiba-tiba mengalami rasa cemas atau depresi. Kondisi itu
bisa terjadi karena rendahnya tingkat hormon melatonin dalam tubuh
Anda. Hormon ini sangat penting untuk menyeimbangkan ritme sehari-hari
tubuh Anda, dimana kekurangan hormon inj akan menyebabkan kelesuan.
Umumnya kondisi lesu terjadi seiring dengan pertambahan usia.
2. Tekanan darah tinggiRasio
cairan natrium tubuh harus seimbang dengan hormon aldosteron. Jika
Anda menderita kondisi yang disebut stenosis arteri ginjal, pembuluh
darah yang pergi ke organ ginjal, yang kemudian melepaskan hormon ke
dalam aliran darah, hingga menciptakan ketidakseimbangan hormone.
Alhasil, secara otomatis itu akan meningkatkan tekanan darah.
3. Libido menurunLibido
menurun bisa juga merupakan tanda bahwa hormon Anda rusak. Umumnya,
sebelum menopause, seorang wanita mungkin memiliki cairan di
testosteron sebagai ovarium dan kelenjar adrenal memproduksi hormon
seks, yang memengaruhi hasrat seksual. Di samping itu, kondisi itu juga
bisa menyebabkan kekeringan vagina dan menstruasi yang tak teratur.
4. Memicu hawa panas dan menggigilIni
adalah salah satu gejala umum di kalangan wanita paruh baya mendekati
menopause dan setelah menopause. Mereka menderita kedinginan parah dan
hot flashes
atau rasa panas setiap siang hari dan terutama pada malam hari. Selama
menopause, perlambatan tingkat estrogen menyebabkan debit kimia oleh
hipotalamus. Proses ini menyebabkan pembuluh darah memperluas,
melepaskan hawa panas dalam tubuh dan menyebabkan
hot flashes, berkeringat dan menggigil.
5. Peningkatan berat badanKetidakseimbangan
dalam tingkat hormon Anda bisa menyebabkan meningkatnya berat badan.
Jika tubuh Anda memiliki kadar tinggi hormon kortisol dan insulin, Anda
akan jadi makan lebih banyak dan akhirnya menambah bobot tubuh. Ingat,
berat badan bisa menyebabkan produksi tingkat tinggi hormon seks
seperti estrogen dan testosteron. Sebaliknya, ketidakseimbangan dalam
hormon bisa menyebabkan kelebihan berat badan, terutama setelah
menopause.
Selain lima tanda ketidakseimbangan dibahas di atas,
terdapat gejala lain ketidakseimbangan hormon yang bisa dijadikan
tanda, seperti perubahan dalam siklus menstruasi, jerawat, sakit
kepala, pertumbuhan rambut yang berlebihan dan penipisan rambut.
Konsultasikan dengan dokter jika gejala-gejala tersebut membuat
ketidaknyamanan dalam kehidupan sehari-hari Anda.