Rabu, 21 November 2012

Tips Menjaga Kesehatan Tubuh Selama Musim Hujan

    1
image
MUSIM hujan telah tiba. Alangkah baiknya kesehatan tetap terjaga selama musim hujan berlangsung, di mana pada musim ini tubuh rentan terkena berbagai macam penyakit.
Inilah beberapa tips untuk Anda menjaga kesehatan selama musim hujan.
Jaga cairan tubuh
Saat musim hujan, keringat tidak menguap dengan cepat karena tingkat kelembaban tinggi. Hal ini mencegah tubuh mengeluarkan panas. Sementara cairan tubuh akan sama tidak stabilnya seperti saat musim kemarau.
Oleh karena itu disarankan untuk membawa sebotol air setiap harinya saat beraktivitas. Hindari pula minuman berkarbonasi. Sebagai gantinya disarankan minum minuman yang hangat, seperti jahe.

Konsumsi makanan secara seimbang

Karena proses pencernaan saat musim dingin melambat, makanlah hanya ketika lapar dan dengan takaran seperlunya. Makan ketika Anda tidak merasa lapar dapat menyebabkan gangguan pencernaan.
Disarankan juga agar Anda rajin makan sayuran, buah-buahan, dan hidangan dengan rempah-rempah. Hal ini membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan secara bersamaan membantu proses pencernaan, serta mencegah infeksi.
Agar lebih menyehatkan tubuh, pilih juga makanan yang bersih dan segar.

Jauhi sumber penyakit

Musim hujan selalu dikaitkan dengan musim demam berdarah, karena hujan dalam frekuensi lebih akan menyebabkan air menggenang sehingga menjadi sarang nyamuk DBD.
Karenanya, hindari genangan air, dan basmi jentik nyamuk di lingkungan sekitar tempat tinggal. Selain itu, jaga pakaian tetap kering dan bersih sepanjang waktu untuk menghindari penyakit kulit.

Cukup istirahat dan
berolahraga
Gerimis saat pagi dan malam mungkin mengganggu latihan rutin. Namun itu bisa diganti dengan latihan ringan di rumah. Anda bisa melakukan beberapa olahraga sederhana seperti sit-up, membungkukkan badan untuk meregangkan otot.


by : putri  (^^,
twitt  @putriatsumori

Jumat, 01 Juni 2012

 10 TEMPAT WISATA PALING POPULER DI INDONESIA


1. Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat


Rinjani memiliki panaroma yang bisa dibilang paling bagus di antara gunung-gunung di Indonesia. Setiap tahunnya (Juni-Agustus) banyak dikunjungi pencinta alam mulai dari penduduk lokal, mahasiswa dan pecinta alam dari mancanegara. Suhu udara rata-rata sekitar 20?C; terendah 12?C. Angin kencang di puncak biasa terjadi di bulan Agustus. Pada Juli, angin masih cukup lemah dan cuaca cukup cerah, sehingga pendakian ke puncak bisa dilakukan kapan saja.


2. Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur


Taman Nasional Komodo (TN. Komodo) merupakan kawasan yang terdiri dari beberapa pulau dengan perairan lautnya. Pulau-pulau tersebut merupakan habitat satwa komodo (Varanus komodoensis) yaitu reptil purba satu-satunya yang tersisa di bumi. Kondisi alamnya unik, terdapat padang savana yang luas dengan pohon lontarnya (Borassus flabellifer).


3. Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat


Kepulauan Raja Ampat merupakan kepulauan yang berada di barat pulau Papua di provinsi Papua Barat, tepatnya di bagian kepala burung Papua. Kepulauan ini merupakan tujuan penyelam-penyelam yang tertarik akan keindahan pemandangan bawah lautnya.


4.kawah ijen , jawa timur


Kawah Ijen merupakan salah satu gunung berapi atraksi wisata di Indonesia. Kawah Ijen merupakan objek wisata terkenal, yang telah dikenal oleh para wisatawan domestik dan asing karena keindahan alam dan bahari.


5. Carstensz Pyramid, Papua


Indonesia patut berbangga dengan keunikan dan kekayaan alam serta tradisi masayarakatnya. Kali ini, Carstenz Pyramid atau yang bisa disebut dengan puncak jaya, juga berada di Papua. Puncak Carstensz ini merupakan puncak tertinggi di Australia dan Oceania.


6. Gunung Anak Krakatau, Jawa Barat


Krakatau adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Nama ini pernah disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana yang, karena letusan pada tanggal 26-27 Agustus 1883, kemudian sirna. Letusannya sangat dahsyat dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa.


7. Gunung Bromo, Jawa Timur


Gunung Bromo merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif.


8. Gunung Kelimutu, Nusa Tenggara Timur


Gunung Kelimutu adalah gunung berapi yang terletak di Pulau Flores, Provinsi NTT, Indonesia. Lokasi gunung ini tepatnya di Desa Pemo Kecamatan kelimutu, Kabupaten Ende. Gunung ini memiliki tiga buah danau kawah di puncaknya. Danau ini dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah, biru, dan putih. Walaupun begitu, warna-warna tersebut selalu berubah-ubah seiring dengan perjalanan waktu.


9. Taman Laut Bunaken, Sulawesi Utara



Taman laut Bunaken memiliki 20 titik penyelaman (dive spot) dengan kedalaman bervariasi hingga 1.344 meter. Dari 20 titik selam itu, 12 titik selam di antaranya berada di sekitar Pulau Bunaken. Dua belas titik penyelaman inilah yang paling kerap dikunjungi penyelam dan pecinta keindahan pemandangan bawah laut.


10. Danau Toba, Sumatra Utara



Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer (danau vulkanik terbesar di dunia). Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir. Danau Toba sejak lama menjadi daerah tujuan wisata penting di Sumatera Utara selain Bukit Lawang dan Nias, menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.